Renungan Harian

KEMBALI KE TITIK AWAL

Bacaan Alkitab
Kejadian 13 : 1 – 4

Maka pergilah Abram dari Mesir ke Tanah Negeb dengan isterinya dan segala kepunyaannya, dan Lot pun bersama-sama dengan dia. Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya. Ia berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, dari Tanah Negeb sampai dekat Betel, di mana kemahnya mula-mula berdiri, antara Betel dan Ai, ke tempat mezbah yang dibuatnya dahulu di sana; di situlah Abram memanggil nama TUHAN.

Ketika seseorang merasa tersesat dalam perjalanan yang tak dikenal, langkah paling bijaksana adalah memutar balik langkah, mengikuti jejak yang dulu dilalui, dan menapaki kembali rute yang dikenal hingga sampai pada titik asalnya; karena hanya di sana, di benak memori yang dulu terlewati, terbuka jalan menuju penemuan kembali makna dan kejelasan yang hilang.

Begitulah yang terjadi pada diri Abraham sebagai bapa orang beriman. Pernah mengalami kegagalan dalam kepercayaan kepada janji Tuhan. Ketika kelaparan terjadi di tanah yang dijanjikan, Abraham pergi ke Mesir. Mesir menggambarkan kedagingan, Abraham juga melakukan kesalahan untuk menyelamatkan dirinya, dengan memberikan istrinya kepada Firaun (12:14–18).

Dalam kesalahan besar, Abraham mengambil sikap kembali kepada perjumpaan pertama dengan Allah. Kekayaan Abraham tidak menjadi dasar untuk terus meninggalkan janji Tuhan (13:2). Kekuatan iman, cinta pertama dan ingatan akan perjumpaan dengan Tuhan, itulah yang membuat Abraham kembali ke Mezbah yang pertama kali didirikan. Dan di sanalah kembali Tuhan mengingatkan akan janji-janji-Nya. Dan dari tempat itulah Abraham mengawali kembali perjalanan iman dan panggilannya.

Jika hari ini kita gagal atau kita pernah gagal, ingat Abraham juga pernah mengalaminya. Tidak bijak untuk larut dalam kegagalan itu; sebaliknya, ingatlah saat-saat pertama kita berjumpa dengan Tuhan. Janganlah terus-menerus terlena dalam kegagalan; alihkan langkah kita kembali ke titik awal di mana kita pertama kali mengalami kehadiran dan pesan Tuhan. Walaupun terasa tidak nyaman atau memalukan, namun itulah langkah terbaik yang bisa diambil. Sebab, dalam kembali kepada perjumpaan pertama, kita akan menemukan penguatan dari janji-janji Tuhan kepada kita.

KEMBALI KEPADA PERJUMPAAN DENGAN TUHAN PERTAMA KALI ADALAH TITIK AWAL UNTUK BANGKIT DARI KEGAGALAN

Kata-kata bijak

"Hati kita gelisah, ya Tuhan, dan tidak akan tenang sampai ia beristirahat di dalam Engkau." Kegagalan kita tidak pernah begitu besar sehingga melampaui rahmat-Nya; kembali kepada-Nya adalah selalu mungkin.

— Agustinus dari Hippo (354–430)  ·  Pengakuan-Pengakuan, I.1

"Kita tidak pernah jatuh begitu jauh sehingga kasih karunia Allah tidak dapat menjangkau kita. Namun kita harus berbalik — dan dalam berbalik itulah kita menemukan bahwa Ia sudah menunggu."

— Yohanes Calvin (1509–1564)  ·  Institutio Religionis Christianae

"Pemulihan selalu dimulai dengan pertobatan yang membawa kita kembali ke titik di mana kita pertama kali bertemu dengan Kristus — bukan ke suatu perasaan, melainkan kepada Pribadi itu sendiri."

— Martin Luther (1483–1546)  ·  Khotbah tentang Pertobatan

"Janganlah memandang jauh ke depan dalam kegelapan kegagalanmu. Lihatlah satu langkah: kembalilah kepada mezbahmu yang pertama. Allah yang menjumpaimu di sana akan menjumpaimu kembali."

— Charles H. Spurgeon (1834–1892)  ·  Morning and Evening

Kembali kepada perjumpaan pertama dengan Tuhan bukan tanda kelemahan — itulah tanda hikmat tertinggi seorang percaya.

Amin  ·  Tuhan Memberkati